Wednesday, July 14, 2021

3 Tips Public Speaking ala si Pemalu, Simon Sinek. Cocok Dipraktikkan Saat Presentasi Pekerjaan

 


Kemampuan untuk berbicara di depan orang banyak menjadi salah satu kemampuan yang

paling dibutuhkan terutama jika sudah masuk ke dunia kerja. Sebagus apapun gagasan yang

dimiliki akan terlewat begitu saja jika dalam penyampaiannya kurang jelas dan lugas. Hal ini

mungkin masih sulit dilakukan sebagian orang apalagi mereka yang memiliki sifat dasar

pemalu, rasanya ini jadi momok besar dalam perjalanan karier. Akan tetapi, rasa ini harus

kamu perangi sampai berhasil seperti Simon Sinek.

Mungkin tak ada yang menyangka bahwa ia adalah orang yang pemalu dan tidak suka tampil

di depan umum. Apalagi video Ted Talk miliknya telah dilihat sebanyak 22juta kali dan

menjadi video Ted Talk paling banyak dilihat. Lalu bagaimana ia melakukannya? Ini dia 7 tips

yang ia bocorkan dilansir dari Entrepreur.com. Simak yuk!


1. Alih-alih langsung berbicara ketika namamu dipanggil, ada baiknya berikan

waktu sejenak untuk menguasai situasi


Simon menyarankan untuk berjalan pelan-pelan ke ‘panggung’, ambil napas dalam-dalam,

temukan tempat paling nyaman, tunggu beberapa detik dan mulailah. Mungkin awalnya

akan terasa canggung namun hal ini justru akan menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan

mampu menguasai suasana.

2. Jangan menunjukkan bahwa dalam presentasi ini kamu adalah seorang

taker, namun posisikan diri sebagai seorang giver


Seringnya ketika melakukan presentasi baik untuk menunjukkan ide atau untuk menjual

sesuatu maka sangat terlihat bahwa tujuannya adalah menjual itu sendiri, di sini berarti

posisimu adalah seorang taker. Biasanya orang yang mendengarkan akan merasa tidak

tertarik isi presentasimu. Berbeda jika kamu memosisikan diri sebagai orang yang

menunjukkan value atau menunjukkan hal yang baru. Biasanya mereka akan lebih percaya.

3. Pandangan mata menjadi hal yang penting, Simon menyarankan untuk

melihat satu demi satu bukan semuanya sekaligus


Simon merasa bahwa akan lebih mudah dan efektif ketika menatap satu orang saat

berbicara untuk meningkatkan koneksi. Sebisa tatap satu orang selama menyelesaikan satu

kalimat dan ganti ke yang lain di kalimat selanjutnya. Hal ini akan membuat para audiens

merasa dirimu ‘mengajak ngobrol’ mereka, bukan ‘ngobrol bersama mereka.’

Walaupun terasa sulit, kemampuan ini juga bisa berkembang seiring berjalannya waktu.

Akan tetapi, mempelajari hal-hal seperti yang disebutkan oleh praktisinya juga menjadi hal

penting. Salah satu yang tak kalah penting adalah menguasai materi sebelum kamu

menyampaikannya.

No comments:

Post a Comment